SEJARAH TERATE CEPAT TANGGAP (TCT) PSHT INDONESIA - TERATE CEPAT TANGGAP INDONESIA

DONASI TCT 63 UNTUK DIK DHANDI


 

TCT UPDATE

Rabu, 16 Januari 2019

SEJARAH TERATE CEPAT TANGGAP (TCT) PSHT INDONESIA


Logo TCT Indonesia
TCT (TERATE CEPAT TANGGAP) INDONESIA merupakan gerakan sosial kemanusiaan bawah tanah warga-warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Disebut gerakan bawah tanah karena TCT Indonesia bukan merupakan organ resmi Pengurus Pusat PSHT dan tidak punya struktur yang baku. Gerakan ini bermula saat kejadian pengeroyokan warga PSHT cabang Surabaya oleh segerombolan Bonek yang mengakibatkan kematian warga PSHT. Inisiatif membentuk TCT saat ini di grup WA ini (PSHT SE INDONESIA) ada gagasan untuk mengumpulkan donasi sukarela sebagai wujud rasa persaudaraan. Gerakan ini menyebar luas ke medsos (wa, line, Facebook) dan menjadi gerakan massal. Di berbagai tempat warga PSHT secara sukarela sumbangan untuk diserahkan kepada keluarga korban. Gerakan ini bersifat spontan dan sporadis. Sehingga terkesan tidak kompak. Perwakilan warga PSHT hilir mudik mengunjugi keluarga korban dan menyerahkan bantuan dan ranting, rayon letingan dan cabang masing-masing. Berdasarkan kondisi tersebut beberapa Warga kemudian berdiskusi secara online melalui grup WA yakni: mas Eko Budi Sulistio (Bandar Lampung), mas Yulian Tison (Muaro Jambi), mas Hermade (Banyuwangi), mas Fandy (Kota Jambi), mas Lungguh Prasetyo (Batanghari) dan mas Hisam (Batanghari). Berdasarkan peristiwa ini maka tanggal 1 Oktober 2017 ditetapkan sebagai Hari Lahirnya TCT PSHT Indonesia. 

1 Oktober 2017 merupakan tonggak bersatunya
Warga PSHT dalam wadah TCT Indonesia

Hasil diskusi menyepakati perlunya menggagas gerakan sosial kemanusiaan Warga dan Siswa PSHT sebagai pengejawantahan dari salah satu panca dasar yakni Persaudaraan. Agar bersifat netral dan dapat masuk ke berbagai elemen masyarakat maka disepakatilah nama Terate Cepat Tanggap. Nama Terate (bukan Teratai) sebagai representasi dan ciri khas PSHT. Orang PSHT pasti tahu dengan istilah Terate. Sedangkan orang awam pada umumnya lebih mengenal kata teratai.

Hingga saat ini TCT telah melakukan pengumpulan donasi sebanyak 12 kali yakni:
1. Donasi untuk Warga PSHT korban Pengeroyokan Bonek di Surabaya (mas Aris dan mas Eko)
2. Donasi untuk Warga PSHT Korban Kebakarkan di Jakarta
3. Donasi untuk Masyarakat Jambi Korban Kebakaran
4. Donasi untuk Warga PSHT yang kecelakaan di Way Kanan (4 orang Warga)
5. Donasi untuk Warga PSHT Korban Kecelakaan di Medan (Mas Syam Suwanda)
6. Donasi untuk Warga PSHT yang mengalami sakit di Nganjuk (Mbak Asnayuni)
7. Donasi untuk Warga PSHT yang mengalami sakit di Tanah Karo (Mas Imam Hidayat)
8. Donasi untuk Korban Bencana Alam Tanah Longsor di Pacitan
9. Donasi untuk Warga PSHT yang sakit di Tanjung Jabung Barat (Mbak Suyami)
10. Donasi untuk Korban Bencana Gempa di Lombok
11. Donasi untuk Korban Bencana Gempa di Palu dan Donggala
12. Donasi untuk Korban Bencana Tsunami di Lampung dan Banten

Saat ini TCT Indonesia untuk sementara waktu dikoordinasikan oleh mas Yulian Tyson (mas Acik) (PSHT Muaro Jambi) dan mas Eko Budi Sulistio (PSHT Bandar Lampung). Selain kedua orang tersebut gerakat TCT juga didukung oleh warga-warga PSHT seluruh Indonesia diantaranya:
1. Mas Edy Sunyoto, Bandar Lampung
2. Mas Fandy, Jambi
3. Mas Hisam, Batanghari
4. Mas Lungguh, Batanghari
5. Mas Hermade, Banyuwangi
6. Mas Sujoko, Palu
7. Mas Andi, Medan
8. Mas Sembiring, Medan
9. Mas Romlan, Aceh
10. Mas Mugiyat, Pacitan
11. Mas Rustamaji, Bojonegoro
12. Mas Fanani, Lombok
13. Mas Ainul Haq, Bangko
14. Mas Abdul Wahid, Way Kanan
15. Mas Andi Saputra, Lampung Tengah
16. Mas Depi, Tanjabbar
17. Mas Fauzi, Situbondo
18. mas Hargito, Lampung Selatan
19. Mas Mukmin, Lampung Selatan
20. Mas Sugeng, Lampung Selatan
22. Mbak Ida Fatmawati, OKI Sumsel
24. Mas Indra, Medan
25. mas Iwan, Jambi
26. Mas Juwet, Lamongan
27. mas Sumarli, Pandeglang
28. Mas Sujoko, Palu
29. Mas Syamsudin, Palu
30. Mas Munib, Aceh
31. Mbak Sundari, Pasuruan
32. Mas Riandi, Tanah Bumbu
33. Mas Supardi, Lampung Tengah
34. Mas Agus Kurniawan, Mandiangin
35. Mas Yatimun, Bandar Lampung
36. Mas Khoirun, Kota Ambon

Selain nama-nama diatas setiap Warga dan Siswa PSHT dapat secara sukarela menjadi Relawan TCT Indonesia.

TERATE CEPAT TANGGAP adalah sebuah adalah wadah  untuk Warga PSHT se Indonesia dalam pergerakan sosial kemanusiaan  untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita  PSHT yg terkena musibah baik sakit atau bencana alam yang tidak tertangani oleh keluarganya maupun warga Psht di cabang setempat tersebut.  
Ayo Kita membuktikan kepedulian sebagai SAUDARA. Bersama kita berkolaborasi dalam berbagai bentuk kepedulian Sosial sebagai solusi  menyelesaikan  di derita oleh saudara kita baik masyarakat umum dan khusus warga PSHT di Indonesia .
Bentuk ke perduli kita nantik bisa donasi bantuan baik uang maupun barang .
Bagi saudara yg ingin bersedekah/ berdonasi untuk saudara kita yg membutuhkan, dapat ditransfer melalui :
Rekening :
( BANK MANDIRI SYARIAH KE REK 7020554856 AN EKO BUDI SULISTIO ) Kode Bank: 451
Utk penanggung jawab penggalangan dana melalui TCT bisa dihubungi 
Mas Acik Tison 081271071177 (Koordinator Nasional TCT)
Mas Eko Budi 0897-8190-978 (Bendahara TCT Indonesia)

Sedekah yang diterima akan disampaikan kepada Saudara Warga PSHT maupun masyarakat umum yg membutuhkan baik itu dalam bidang  kesehatan ataupun bencana alam. 5% donasi akan digunakan untuk operasional TCT Indonesia seperti: surat menyurat, pengelolaan website, transportasi lokal relawan, spanduk dan konsumsi relawan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad